Kawah Ijen Banyuwangi, Fenomena “Blue Fire” yang Menakjubkan


Blue Fire Kawah Ijen

Kalau mendengar nama Banyuwangi, biasanya kata santet kerap langsung terlintas di benak. Makanya tak sedikit pula yang langsung mengaitkan daerah ini sebagai lokasi kisah mistis yang sempat viral, yaitu KKN di Desa Penari. Tapi, jangan langsung ragu untuk berkunjung ke daerah paling timur di Pulau Jawa ini. Soalnya pesona keindahan alam kawasan ini sungguh akan sulit membuat wajah berpaling.

Di antara sejumlah destinasi wisata menarik di Banyuwangi adalah Kawah Ijen. Gunung dengan ketinggian 2.386 meter di atas permukaan air laut ini berdampingan dengan Gunung Marapi. Buat yang penasaran dengan daya pikat Gunung Ijen beserta kawahnya, berikut ini adalah 11 fakta menarik yang harus kamu ketahui sebelum berkunjung, ya!

Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi

1. Fenomena Blue Fire Kawah Ijen

kawah ijen banyuwangi
Photo by Marc Szeglat on Unsplash

Pada umumnya, pendaki akan menemukan gunung api dengan lava pijar yang berwarna jingga kemerahan pada kawahnya. Tapi, fenomena itu tidak akan bisa kamu dapatkan saat berada di Gunung Ijen. Soalnya, kawah Ijen merupakan satu-satunya kawah di Indonesia yang memuntahkan lava pijar berwarna biru.

Tidak heran kalau warna biru menyala di kawah Ijen menjadikannya populer sebagai blue smoke. Bukan karena ada hal mistis, ya. Tapi secara ilmiah, fenomena tersebut disebabkan karena tingginya kadar belerang. Memang, belerang jika terbakar akan mengeluarkan api berwarna biru. Hal inilah yang menjadikan wisatawan sangat tertarik untuk rela mendaki ke puncak Gunung Ijen di Banyuwangi.

2. Ijen Berarti Sendiri

Dalam bahasa Jawa, nama Ijen berarti sendiri atau sendirian. Makna tersebut merujuk pada kawah Ijen yang memang tunggal. Jadi, hanya ada satu kawah di gunung ini. Akan tetapi, Gunung Ijen tidaklah tegak terpancang sendirian di kawasan tersebut. Sejumlah gunung lain di sekitar Gunung Ijen adalah Gunung Raung, Gunung Rante, Gunung Pendil, dan Gunung Suket.

3. Berada di Dua Kabupaten

Sesuai wilayah administrasinya, Gunung Ijen ternyata tidak hanya berada di area Banyuwangi. Meskipun kabupaten tersebut menjadi daerah yang terkenal sebagai lokasi Kawah Ijen, faktanya gunung ini beririsan di dua kabupaten sekaligus. Nah, Gunung Ijen juga masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bondowoso dengan merujuk pada peta milik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional tahun 2000. Sementara itu, Pemkab Banyuwangi berdasarkan peta zaman Belanda, yakni Besoeki Afdeling 1895, Idjen Hooglan 1920, Java Madura 1942, Java Resn Besoeki 1924 Blad XCIII dan Java Resn Besoeki 1925. Karena itulah, pendaki pun bisa mengakses kawah Ijen dari kedua kabupaten tersebut.

4. Kaldera Terluas di Pulau Jawa

kaldera kawah ijen
Photo by Paola Galimberti on Unsplash

Kaldera merupakan kawah vulkanik dengan air panas yang bercampur dengan belerang. Warnanya berupa hijau toska turut melengkapi keunggulan kawah di Ijen. Dengan kedalaman 200 meter, ukuran kalderanya mencapai 20 kilometer luasnya. Sehingga, kaldera Ijen kemudian disebut-sebut merupakan kaldera terluas di seantero Pulau Jawa. 

5. Danau Cantik yang Tak Boleh Direnangi

kawah ijen banyuwangi
Photo by Dany Pratama on Unsplash

Kawah Ijen memang terkenal dengan keindahan danaunya berwarnakan hijau toska. Akan tetapi, sayangnya, danau tersebut hanya boleh dipandangi saja. Pengunjung tidak diizinkan untuk berenang di sini. Alasannya memang demi keamanan karena tingkat keasaman yang begitu tinggi di danau Ijen. Makanya, jangan pernah coba-coba untuk uji nyali di sini, ya.

6. Suhu Hingga 4 Derajat Celcius

Seperti suhu di kawasan gunung lainnya, Kawah Ijen pun memiliki suhu yang cukup rendah. Nah, Kawah Ijen mempunyai temperatur yang bisa mencapai hingga 4 derajat Celcius. Apalagi pada saat musim kemarau atau sekitar bulan Oktober. Karena kamu sudah tahu suhu ekstrem yang bisa dirasakan, makanya harus persiapkan pakaian tebal saat mendaki gunung ini.

7. Kawasan Tambang Belerang Tradisional

tambang belerang gunung ijen
Gambar oleh Afandi Syaikhu dari Pixabay

Dengan kandungan belerang yang tinggi, potensi tersebut dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai lokasi pertambangan. Saat melakukan pendakian, kamu pun bisa menyaksikan langsung aktivitas pertambangan dan berinteraksi dengan sekelompok penambang. Tak kurang dari 200 penambang tradisional belerang memikul beban belerang seberat 80 kilogram setiap harinya. Menariknya lagi, para penambang tersebut tidak mengandalkan peralatan modern atau teknologi canggih begitu saja. Justru penambang tradisional masih mempertahankan metode sederhana untuk menambang kandungan dalam gunung ini. Jangan segan untuk bertegur sapa karena penambang di Ijen begitu ramah dengan pendaki.

7. Lokasi Festival di Banyuwangi

Banyuwangi memiliki sejumlah festival wisata dengan beragam tema. Di antaranya adalah Festival Jazz Ijen, Festival Ijen Green Run, dan International Tour de Banyuwangi Ijen. Karena kepopuleran dan eksotisme Gunung Ijen, daerah tersebut kemudian menjadi lokasi venue keren festival andalan Banyuwangi. Bukan hanya wisatawan domestik saja yang datang ke sini, peserta mancanegara kerap tak ketinggalan untuk menghadiri festival yang diselenggarakan sepanjang tahun.

8. Jadi Film Dokumenter BBC

Tidak hanya terkenal di Indonesia, bukti popularitas Kawah Ijen di dunia karena pernah dibahas di saluran TV dunia, yaitu BBC. Serial dokumenter BBC, Human Planet membahas tentang fenomena tingginya kadar belerang di Kawah Ijen. Bukan hanya tentang keindahan dan daya pikat api birunya, ya. Oh ya, karena belerang di Ijen cukup berbahaya bagi pendaki, sebaiknya untuk memakai masker saat berada di kawasan ini, ya.

9. Jasa Gerobak Dorong

Untuk menuju Kawah Ijen, pendaki sebenarnya tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra karena aksesnya tidak begitu sulit dan dapat diakses dengan berjalan kaki. Hanya saja, panjangnya rute pendakian kerap membuat pendaki merasa lelah. Bagi yang tetap ingin melanjutkan pendakian, tetapi sudah mengalami kendala fisik, jangan langsung cepat menyerah. Kamu bisa menyewa jasa gerobak dorong yang dapat memuat penumpang dewasa. Siap-siap untuk merogoh kocek hingga Rp800.000 bagi yang ingin merasakan pengalaman berkesan di Ijen. Worth it, deh, pastinya.

10. Spot Sunrise Terindah di Jawa

spot sunrise gunung ijen
Photo by Suganth on Unsplash

Selain fenomena blue fire kawah ijen, Gunung Ijen juga menawarkan panorama yang begitu memikat dari sudut pandang lain. Tinggallah hingga fajar menyingsing dan kamu akan menyaksikan keindahan matahari terbit. Sunrise di Ijen disebut-sebut sebagai spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Pulau Jawa, makanya dijuluki sebagai Sunrise of Java. Saat kamu melihat langsung, kamu bakal setuju dengan adanya perpaduan langit biru dan sinar mentari dari ketinggian Ijen. 

Baca Juga : 10 Destinasi Wisata Banyuwangi Paling Mempesona

Penasaran untuk menjelajahi Ijen secara langsung? Datang dan buktikan langsung fakta-fakta menarik di atas, ya. Kalau sudah ingin berkunjung, segera booking tiket pesawat melalui Tripcetera dengan penawaran harga terbaik. Bagi yang ingin memesan paket wisata menarik, jangan lupa pula untuk dapatkan hanya di Tripcetera.

Bagi kamu yang tertarik mengunjungi kawah ijen, kamu bisa menikmati keindahan api biru dengan voucher paket wisata kawah ijen, diskon 30% Khusus untuk kamu

Tinggalkan komentar