Tag: Menjadi

10 Mitos Gunung Sindoro (Paling Seram) Masih Menjadi Misteri

Mitos Gunung Sindoro

Hampir sebagian besar gunung diyakini sebagai tempat mistis dan menjadi lokasi beragam kejadian gaib dan misterius. Tidak terkecuali, Gunung Sindoro yang merupakan gunung api aktif tertinggi di Pulau Jawa. Gunung yang juga disebut Gunung Sindara atau Sundoro ini memiliki ketinggian mencapai 3.150 meter di atas permukaan laut. Hal itulah yang menjadikan Sindoro sebagai pilihan ideal bagi pendaki yang mencintai tantangan.

Namun bukan hanya tantangan ketinggian Gunung Sindoro yang harus kamu taklukkan. Soalnya Sindoro menyimpan banyak mitos dan misteri yang tersembunyi. Jadi sebelum kamu memutuskan untuk mendaki gunung yang berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini, sebaiknya perhatikan ulasan berikut, ya.

1. Legenda Gunung Sindoro

legenda gunung sindoro
Gambar oleh かねのり 三浦 dari Pixabay

Konon, legenda setempat menyebutkan hiduplah keluarga dengan dua anak kembar. Meski dilahirkan kembar, putra-putra tersebut memiliki karakter yang bertolak belakang 180 derajat. Salah satunya berkepribadian sopan, santun, dan bijaksana, sedangkan putra lainnya justru nakal dan suka membuat masalah.

Semakin tumbuh dewasa, kedua anak tersebut selalu bertengkar hingga membuat ayahnya tak tahan lagi menahan amarah. Karena sudah di ambang batas kesabaran, sang ayah kemudian menghukum anaknya yang nakal hingga bibirnya robek atau sumbing. Sementara itu, anak lainnya disebut Sindoro yang berasal dari kata ndoro berarti memiliki kepribadian bijaksana dan santun. Hingga kini, kedua anak tersebut dikaitkan dengan Gunung Sindoro yang bersebelahan persis dengan Gunung Sumbing.

2. Dihuni Jin Baik dan Dijaga Bidadari

Penghuni gunung sindoro
Photo by @ayuseptiaaa via Instagram

Salah satu mitos paling sering dibicarakan tentang Gunung Sindoro adalah tempat yang dihuni oleh makhluk halus. Tapi jangan khawatir karena jin yang ada di sini dipercayai adalah jin baik. Karena itu, makhluk tak kasat mata ini pasti akan benci dengan pendaki yang suka melakukan perbuatan maksiat di kawasan gunung.

3. Bunga Edelweis Wangi Semerbak Karena Bidadari

Selain jin baik tersebut, Sindoro juga memiliki keistimewaan tersendiri dengan Bunga Edelweis yang disebut-sebut paling harum di antara semua gunung di Indonesia. Katanya sih karena gunung ini dijaga oleh bidadari sehingga mampu menjaga wangi Edelweis tetap semerbak hingga bertahun-tahun. Jadi makin penasaran untuk mencium langsung bunga abadi ini di Sindoro? Tapi jangan sampai dicabut dan merusak pemandangan natural yang indah, ya.

4. Maksiat Sebabkan Gunung Meletus

Gunung Sindoro sempat diduga meletus karena perbuatan maksiat yang begitu marak. Jin baik yang menghuni gunung pun merasa kesal atas tindakan-tindakan tersebut. Karena itu, mereka pun berdoa agar pendaki gunung diberi azab berupa gunning meletus. Makanya, kamu harus tetap menjaga sopan santun saat mendaki area pendakian, ya.

5. Pernah Jadi Pusat Peradaban Mataram Kuno

Misteri yang tak kalah menarik adalah anggapan bahwa Gunung Sindoro merupakan pusat peradaban Mataram Kuno. Sayangnya, letusan gunung menyebabkan peradaban tersebut harus luluh lantak. Kesimpulan tersebut dipercayai oleh sejumlah ahli sejarah atas adanya berbagai situs kuno di Temanggung dan Wonosobo. Kamu pun dapat menyaksikan beragam artefak sejarah yang diyakini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

6. Pedhut, Kabut Hitam Bikin Pendaki Tersesat

kabut hitam gunung sindoro
Photo by @dhenda_rp via Instagram

Kalau biasanya daerah pegunungan diselimuti kabut putih, maka beda halnya dengan Gunung Sindoro. Memang hampir setiap hari kabut putih menyelimuti puncak dan badan Gunung Sindoro. Meski demikian, ada pula kabut hitam yang disebut dengan “pedhut”. Naasnya, kabut hitam yang sering muncul tiba-tiba di kawasan puncak gunung tersebut kerap menuntun pendaki ke jalan sesat. Jadi harus benar-benar waspada saat tiba-tiba berhadapan dengan kabut hitam, ya.

7. Jangan Melamun saat Mendaki Sindoro

pendakian gunung sindoro
Photo by @tiaramuliar_ via Instagram

Bukan hanya kabut hitam, melamun saat mendaki pun bisa bikin kamu tersesat di Gunung Sindoro, lho. Makanya melamun merupakan aktivitas yang dilarang keras saat berada di kawasan ini. Kehidupan dunia dalam dimensi lain menjadi penyebabnnya. Soalnya kalau kamu melamun, hal itu dapat memberikan kesempatan bagi makhluk halus untuk mengganggu kesadaran. Beberapa pengakuan penyintasnya menyebutkan pengalaman-pengalaman ekstrim, seperti seolah sedang melayang di udara, dibawa ke bibir jurang dan jatuh, dan menelusuri pelosok hutan hingga tersesat.

8. Pasar Gaib di Puncak Sindoro

pasar gaib di gunung sindoro
Photo by Hamzah Hanafi on Unsplash

Lapangan datar di puncak Gunung Sindoro merupakan spot yang harus kamu waspadai. Lapangan yang kerap dijadikan basecamp terakhir pendaki untuk menginap di puncak Sindoro ini ternyata menyimpan misteri mencekam. Sejumlah pendaki kerap menyaksikan adanya pengalaman-pengalaman gaib berupa aktivitas pasar tradisional di alun-alun puncak Sindoro ini. Karena itulah, spot ini dikenal sebagai pasar gaib atau pasar setan. Ngeri, kan? Tapi ada juga yang sengaja berkunjung ke sini untuk adu nyali dan keberanian, lho.

9. Cahaya matahari terbelah di langit Sindoro

langit gunung sindoro
Photo by @vionabrilian via Instagram

Langit di Gunung Sindoro pernah menampilkan pertunjukan unik dan menawan berupa cahaya matahari yang terbelah. Ternyata kejadian itu dikarenakan menjulangnya Gunung Sindoro sehingga menghalangi dan membagi cahaya matahari yang persis berada di belakangnya menjadi dua bagian. Terlihat dari samping, Sindoro pun semakin tampak jelas seolah-olah membelah cahaya matahari.

Baca Juga : Gunung Guntur: Spot Sunrise Terbaik di Tanah Pasundan

10. Sindoro adalah pusat energi feminitas tanah Jawa

pusat energi feminitas tanah jawa
Photo by @putriasyn via Instagram

Seperti Yin dan Yang, kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dipercaya merupakan pusat energi yang saling berlawanan. Sindoro disebut sebagai pusat energi feminitas, sebaliknya kembarannya merupakan pusat maskulinitas yang bersifat panas. Kehadiran kedua pusat energi ini diyakini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam tanah Pulau Jawa, lho.Nah, itulah sejumlah hal-hal yang perlu kamu ketahui sebelum mendaki ke Gunung Sindoro, ya.

Dapatkan paket wisata menarik yang ditawarkan Tripcetera, selengkapnya! Selamat menikmati pengalaman liburan yang tak terlupakan seumur hidup!

Keindahan dan 6 Mitos yang Menjadi Misteri Pendaki

Ranu Kumbolo

“Yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa.” – Ranu Kumbolo

Kutipan di atas menjadi salah satu dialog pemeran film 5 CM setelah bertolak dari Ranu Kumbolo, Gunung Semeru.

Dalam film tersebut, Ranu Kumbolo dicitrakan sebagai danau indah yang menjadi persinggahan favorit bagi pendaki Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Pendaki kerap mendirikan tenda di sekitar Danau Ranu Kumbolo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak Mahameru.

Selain menikmati keindahan pesona danau di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut, kamu bisa berinteraksi dengan pendaki lainnya.

Biasanya pendaki tiba pada malam hari di Ranu Kumbolo untuk menyaksikan galaksi jika langit sedang cerah. Waktu terbaik untuk merasakan pengalaman mengesankan itu adalah pada bulan Mei hingga September.

Uniknya lagi, Ranu Kumbolo juga merupakan spot terbaik untuk melihat sunrise dan sunset. Namun, sebelum memulai perjalanan ke sini, ada baiknya kamu memperhatikan enam mitos berikut, ya.

6 Mitos Ranu Kumbolo bagi Pendaki

1. Sakralnya Air Danau Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo
Photo by Nofi Sofyan Hadi on Unsplash

Danau Ranu Kumbolo dipercayai oleh penduduk lokal sebagai wadah air yang suci. Sejak ratusan tahun yang lalu, air danau selalu dimanfaatkan dalam ritual suci kepercayaan masyarakat setempat.

Karena kesakralan airnya, ada beberapa larangan bagi pendaki yang transit di danau ini.

Di antaranya ialah pendaki tidak diperbolehkan untuk mandi, mencuci, apalagi buang air di danau. Jangan coba-coba berenang juga, karena suhunya sangat ekstrim dan kedalamannya mencapai 28 meter.

Terlepas dari kebenaran mitos air suci ini, pendaki memang harus mematuhi larangan tersebut.

Dengan tidak melakukan larangan itu, kamu secara otomatis sedang menjaga keindahan Ranu Kumbolo agar tetap awet dan terjaga.

Karenanya, setiap aktivitas di area ini sebaiknya dilakukan dalam jarak 10 meter dari tepi danau. Jika ingin mandi, kamu bisa memanfaatkan toilet umum di area Ranu Kumbolo.

2. Buktikan Cinta di Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta berada di sebelah barat Ranu Kumbolo dan merupakan jalur perbukitan untuk menuju ke puncak gunung.

Mitosnya, bagi yang terus mendaki tanjakan sembari memikirkan kekasih tanpa menoleh ke belakang, maka akan memiliki akhir cerita yang bahagia. Sebaliknya, jika menoleh ke belakang, maka kisah cinta akan berakhir pilu.

Mitos ini bermula ketika sepasang tunangan mendaki Gunung Semeru. Konon, saat melewati Tanjakan Cinta, sang pria tiba lebih dulu di puncaknya.

Namun, saat menoleh ke belakang, ia menyaksikan tunangannya terguling jatuh hingga tewas karena kelelahan.

3. Ikan Mas, Penjaga Ranu Kumbolo

ikan mas ranu kumbolo
Credit Image : @wahyu.kurniaji on Instagram

Danau Ranu Kumbolo dilimpahi dengan ikan mas. Namun, ada larangan bagi setiap pengunjung danau untuk tidak memancing atau menangkapnya.

Pasalnya, warga setempat meyakini bahwa ikan mas tersebut merupakan jelmaan dewi yang ditugaskan untuk menjaga keindahan Ranu Kumbolo.

4. Sosok Dewi Berkebaya Kuning

ranu kumbolo
Credit Image : @@chyntiaanggun on Instagram

Selain berwujud ikan mas, penunggu Ranu Kumbolo juga diasosiasikan dengan penampakan sosok wanita.

Menurut cerita yang beredar, wanita tersebut kerap muncul dengan pakaian kebaya berwarna kuning.

Sebelum muncul, asap akan mengepul di permukaan Ranu Kumbolo pada saat bulan purnama.

5. Puncak Abadi Para Dewa

Puncak para dewa Ranu Kumbolo
Photo by Irfan Maulidi on Unsplash

Setelah beristirahat di Ranu Kumbolo, pendaki dapat melanjutkan perjalanannya ke Puncak Mahameru.

Puncak ini merupakan titik tertinggi di Pulau Jawa. Jauh lebih tinggi dibandingkan puncak Gunung Slamet, Sumbing, Sindoro, ataupun Gede Pangrango.

Bahkan, Mahameru juga dikenal sebagai puncak abadi para dewa yang menghubungkan manusia dan kayangan.

Hingga kini, masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap puncak ini sebagai kediaman dewa sehingga masih terdapat sesajen di beberapa titik.

6. Pakunya Pulau Jawa

Gunung Semeru
Photo by Ferdi Nusaputra on Unsplash

Menurut legenda kepercayaan masyarakat Jawa yang tertulis di kitab kuno Tantu Pagelaran pada abad 15, dulunya Pulau Jawa mengambang dan terombang-ambing di lautan.

Kemudian, dewa memutuskan untuk memaku Pulau Jawa dengan memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Pada awalnya, gunung ini berada di ujung barat tanah Jawa. Namun karena posisinya jadi berat sebelah, maka gunung tersebut dibagi dua dengan Gunung Semeru di sisi timur dan Gunung Penanggungan di sisi barat Jawa.

Demikian keenam mitos yang ada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya. Kamu bebas memilih antara percaya atau tidak percaya terkait mitosnya, tapi yang harus diingat ialah tetap mengikuti aturan yang ditetapkan dan menjaga kebersihan.

Kamu tidak mau Ranu Kumbolo hanya tinggal nama di masa depan karena kelalaian hari ini, kan?

Jangan lupa pula, kamu bisa memesan akomodasi terdekat, transportasi dan paket wisata murah melalui tripcetera.com untuk dapatkan harga penawaran terbaik dan sistem terpercaya, ya!