Tag: Pendakian

Gunung Merbabu, Panduan dan Kisah Mistis di Jalur Pendakian

Gunung Merabu

Sebagai negara cincin api, Indonesia dilimpahi dengan banyaknya jejeran gunung api. Khusus di Pulau Jawa saja, gunungnya sangat banyak. Di antaranya adalah Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Kelud, hingga Gunung Merbabu.

Tentang Gunung Merbabu, gunung ini terletak di tiga kabupaten sekaligus. Lereng sebelah baratnya berada di wilayah administratif Kabupaten Magelang. Sementara itu, lereng sebelah timur masuk wilayah Kabupaten Boyolali dan lereng sebelah utara masuk wilayah Kabupaten Semarang. Ketinggiannya pun cukup di atas rata-rata dengan mencapai 3.145 mdpl.

Gunung Merbabu kerap menjadi lokasi pendakian bagi pencinta alam. Tidak heran sih, soalnya pesona pemandangan alam indah menghiasi kawasan dataran tinggi ini. Makanya, berbagai kalangan kerap mendaki ke puncak gunung.

Sebelum membahas jalur pendakian ke Merbabu, sebaiknya tahu dulu asal usul singkatnya, ya. Nah, gunung ini disebut dalam naskah-naskah kuno pada masa pra-Islam bernamakan Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Nama Merbabu kemudian muncul pada catatan di zaman Belanda. Kalau dilihat dari segi bahasa, merbabu berasal dari bahasa Jawa. Terdapat dua kata yang membentuknya yaitu Meru berarti gunung dan abu. gunung berapi yang terakhir meletus di tahun 1797 ini dikenal dengan nama Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Dari segi etimologi yang diketahui dari catatan-catatan pada zaman Belanda, kata “merbabu” berasal dari penggabungan dua kata, yaitu “meru” yang bermakna gunung dan “abu”. Masak akal juga, ya.

Untuk mendaki Gunung Merbabu, sebenarnya terdapat beberapa rute yang bisa ditempuh. Tapi ada dua jalur yang paling direkomendasikan, yaitu Jalur Selo dan dan Jalur Wekas. Apa kelebihan masing-masing jalur tersebut? Berikut adalah ulasan jalur pendakian Gunung Merbabu yang harus kamu tahu

Jalur Pendakian Gunung Merbabu

1. Jalur Selo

Jalur Pendakian Gunung Merbabu
Photo by @rizapahlevi.3gp via Instagram

Kalau kamu masih merupakan pendaki pemula atau baru ingin mendaki gunung, sebaiknya lewat jalur Selo. Meskipun trek pendakian cukup panjang, tetapi kebanyakan daratannya berupa tanah liat yang mudah untuk dipijat. Jadi tidak perlu khawatir dengan trek berupa pasir, ya.

Jalur bagi pemula ini juga memiliki pemandangan yang sangat menawan. Fitur alam berupa padang savana dan bunga edelweiss akan membayar rasa lelah selama melakukan pendakian. Bahkan, savana 1 dan savana 2 kerap disinggahi pendaki untuk beristirahat dan menginap sebelum melanjutkan pendakian esoknya. Khusus vegetasi bunga edelweiss, bunga abadi tersebut di lereng bukit di Pos Batu Tulis, savana 1 dan savana 2.Tapi ingat untuk tidak memetik bunga cantik ini.

Meskipun tidak begitu sulit didaki, kamu tetap akan menemui kendala. Di Pos Batu Tulis, terdapat trek menantang dengan adanya bukit yang kemiringan tanjakannya hampir mencapai 90 derajat. Jadi tetap harus tetap berhati-hati selama mendaki di jalur Selo.

2. Jalur Wekas

Jalur selo pendakian gunung merbabu
Photo by @putuchrist via Instagram

Sebaliknya, kalau kamu sudah cukup berpengalaman sebagai pendaki, Jalur Wekas bisa menjadi pilihan terbaik. Jalur ini menjadi favorit pendaki yang ingin melalui jalur tercepat menuju puncak. Panjang totalnya hanya sekitar 4,54 km saja. Jalur yang kerap dilalui penduduk setempat ini merupakan jalur setapak dengan mengikuti alur pipa air.

Karena sepanjang jalan dilalui oleh pipa air, maka kamu tidak perlu khawatir kalau kehausan. Terdapat beberapa bak penampungan hasil rembesan air pipa yang bisa menjadi pelepas dahaga.

 Selain itu, medan Jalur Wekas pun tidak begitu terjal dan cukup landai, kok. Pepohonan hijau yang rimbun juga menjadi pelindung dari teriknya cahaya matahari. Ingin beristirahat sejenak? Pelataran luas di jalur ini kerap dijadikan sebagai tempat rehat. Dari titik tersebut, puncak-puncak Merbabu pun sudah bisa disaksikan keindahannya. Mulai dari Puncak Watu Tulis, Puncak Kukusan, dan Puncak Syarif serta Kenteng Songo.

jalur gunung merbabu
Photo by @dsmbr22 via Instagram

Kisah Mistis di Gunung Merbabu

Gunung memang kawasan yang kerap menyimpan banyak misteri. Jadi, selain jalur pendakian, kamu sebaiknya tahu juga dengan mitos-mitos yang masih diyakini. 

Penampakan Genderuwo

kisah mistis gunung merbabu
Photo by @ariep_wellahh via Instagram

Sejumlah pendaki mengaku pernah melihat penampakan makhluk raksasa yang kerap disebut sebagai genderuwo. Bukan hanya satu atau dua pendaki saja, pendaki yang menyaksikannya kebanyakan berlokasi di Pos Bayangan 2 Jalur Cunthel. Nah, makanya kamu harus tetap menjaga etika dan sopan santun saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu.

Siluman Harimau 

Tak hanya genderuwo, makhluk halus lain di sekitar kawasan ini juga berupa siluman harimau. Keyakinan tersebut berasal dari suara auman harimau tanpa wujud. Meskipun sudah sempat tidak dipercaya lagi, kejadian sesosok mayat wanita ditemukan dengan luka bekas terkaman harimau pada 2008. Mungkinkah perbuatan siluman harimau?

Kerajaan Mistis di Puncak

mitos gunung merbabu
Photo by @andilutz_ via Instagram

Penduduk lokal masih meyakini kalau puncak Gunung Merbabu merupakan wilayah kerajaan gaib. Prajurit kerajaan tersebut berseragam warna merah dan hijau. Makanya, terdapat pantangan untuk tidak mengenakan pakaian dengan warna merah atau hijau. Konon, pendaki akan ditimpa hal-hal buruk, seperti tersesat dan kerasukan. Ngeri, kan?

pendakian gunung merbabu
Photo by @adrianrahman_s via Instagram

Tapi mitos hanyalah mitos. Kalau sudah mantap dan berniat untuk mendaki di Gunung Merbabu, perhatikan juga sistem pendaftaran terbaru, ya. Soalnya sejak April lalu telah diterapkan sistem dari bagi seluruh pendaki. Aturan baru ini dimaksudkan agar bisa mencegah kepadatan di jalur pendakian. Sistem ini juga bisa sekaligus meningkatkan keselamatan pendaki karena data yang lebih rapi.

Kamu tertarik untuk menaklukkan gunung merbabu, segera cek situs tripcetera.com dan dapatkan paket wisata terbaik, kamu juga bisa memesan penginapan murah selama kamu berpetualang hanya di tripcetera.

Gunung Patah – Pendakian Penuh Misteri ke Puncak Bengkulu

Gunung Patah

Barangkali tak banyak yang tahu kalau Bengkulu memiliki gunung yang masih diliputi dengan banyak misteri. Kebanyakan mungkin lebih kenal Gunung Berapi Bukit Kaba yang terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Gunung yang kerap menjadi wahana pendakian bagi pencinta alam tersebut memiliki ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut.

Namun, kamu tidak boleh mengabaikan gunung tertinggi yang ada di Bumi Raflessia. Gunung tersebut adalah Gunung Patah dengan tinggi 2.817 meter di atas permukaan laut. Tak kalah dengan Bukit Kaba, gunung yang berada di garis perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan menarik untuk ditelusuri. Apalagi lokasinya tepat di dalam kawasan hutan lindung Raje Mendare yang merupakan sumber mata air bagi dua provinsi.

Fakta dan Mitos Gunung Patah

1. Gunung Perawan yang Sulit Didaki

Puncak Gunung Patah
Photo by @kpa_summitadventure_pbm via Instagram

Masih belum banyak yang berhasil mendaki karena sulitnya akses ke Gunung Patah. Makanya banyak yang menyebut kawasan ini sebagai gunung perawan. Sejumlah pendakian kerap dilakukan untuk sekadar berburu. Sejumlah penduduk setempat juga seringkali ke kawasan ini untuk mencari kayu. Tapi bukan berarti tidak ada yang sukses mencapai puncak. Pendakian hingga ke puncak tertinggi sempat dilakukan pada Maret 2017 lalu. Berbagai komunitas pencinta alam dan pendaki gunung juga mulai menaklukkan kawasan misterius ini.

2. Butuh Sepekan untuk Pendakian

Bagi kamu yang senang menantang adrenalin, Gunung Patah adalah medan pertarungan yang sangat cocok untuk dirimu. Hal ini dikarenakan, gunung ini perlu perjuangan ekstra untuk ditaklukkan. Terdapat tiga puncak utama pada Gunung Patah. Puncak tersebut adalah Puncak Danau setinggi 2.550 mdpl, Puncak Kawah pada ketinggian 2.650 mdpl dan Puncak Gunung Patah pada ketinggian 2.817 mdpl.

Menuju ke lokasi terdekat Gunung Patah, kamu harus menempuh perjalanan darat selama enam hingga tujuh jam perjalanan dari pusat Kota Bengkulu. Titik terdekat tersebut berlokasi di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur.

Perjalanan akan berawal dari Desa Manau Sembilan dengan menyusuri sungai Padang Guci dan Sungai Cawang yang berada pada ketinggian 2.550 mdpl. Kemudian, kamu pun harus menyusuri lembah-lembah danau menuju arah timur laut. Di ketinggian 2.600 mdpl, kamu pun akan menjumpai anak sungai yang mulai menguarkan bau belerang. Totalnya, pendaki membutuhkan waktu selama sepekan untuk tiba di puncak tertingginya.

3. Kaya dengan Flora dan Fauna Khas

Flora fauna khas gunung patah
Photo by @fjrp17 via Instagram

Kawasan Gunung Patah juga dilimpahi dengan vegetasi tinggi dan satwa liar yang endemik. Saat menjelajah ke kawasan ini, kamu akan menemukan semak cantigi gunung atau pohon panjang umur di ketinggian 2.650 mdpl. Sebagian besar lokasinya berada di sisi barat jalur. Selain itu, tumbuhan kantung semar, anggrek hutan, dan edelweiss pun bisa disaksikan di Gunung Patah. Bahkan, tumbuhan khas Bengkulu yaitu bunga Raflessia Arnoldi juga tumbuh di sini.

Vegetasi yang sangat rapat di kaki gunung menjadi habitat yang pas bagi pohon rotan manau. Tak hanya itu, terdapat dua sungai besar dalam trek pendakian, yaitu Sungai Padangguci dan Sungai Cawang Kidau. Sehingga, pecat dan tawon tidak jarang bisa ditemui saat mendaki.

Gunung ini memang tak hanya kaya akan flora. Satwa liar  di Gunung Patah juga tak kalah beragam, lho. Sejumlah pendaki menyaksikan adanya beberapa spesies mamalia, seperti owa, siamang, rusa, beruang madu, dan macan tutul. Jadi, tetap waspada selama melakukan pendakian, ya.

4. Pesona Kawah dan Danau

kawah danau puncak gunung patah
Photo by @kpbopkl via Instagram

Puncak Gunung Patah memiliki kawah dan danau yang memikat. Kalau ingin menikmati kawah kaldera, pendaki bisa menuju ke Puncak Kawah yang berada di sisi barat gunung. Sementara itu, sisi selatan ini gunung ini memiliki kawah yang memiliki air sehingga mirip seperti danau. Nama kawasan ini bahkan disebut dengan Danau Tumutan Tujuh. Kalau pendaki ingin menuju ke puncak tertinggi, maka harus memutari bibir kawah terlebih dahulu. Kawah tersebut seluas 2 hektar dan masih mengepulkan asap. Pengalaman ini pasti akan selalu dikenang, deh.

5. Mitos Suku Manusia Pendek

Seperti gunung pada umumnya di Sumatera dan di Indonesia, Gunung Patah juga memiliki cerita turun-temurun yang dipercaya sebagai mitos. Sejumlah masyarakat setempat pun masih memercayai mitos kalau Gunung Patah menjadi habitat bagi suku unik. Suku tersebut disebut “sindai” atau gugu” dengan karakteristik yaitu memiliki tubuh pendek. Kebenarannya pun masih menjadi misteri dan tanda tanya sampai sekarang.

6. Hutan Lindung dengan Candi Terbesar di Dunia

hutan lindung dan candi terbesar
Photo by @savetiar_ragazzi via Instagram

Berada di kawasan Hutan Lindung Raje Mendare, gunung ini terbentang dalam area Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan. Dulunya, kawasan ini masuk ke dalam daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Sejumlah ahli sejarah pun menyebutkan kalau peninggalan kerajaan berupa candi terbesar di dunia berada di sini. Tapi belum ada yang benar-benar menemukan adanya jejak tersebut secara dengan bukti otentik. Mungkin kamu perlu ke sini dan buktikan sendiri, ya?

Tertarik untuk menaklukkan Gunung Patah? Pertama kamu harus booking tiket pesawat untuk terbang ke bengkulu di tripcetera, kamu juga bisa memesan hotel murah untuk menginap sebelum melakukan pendakian yang panjang dan melelahkan.

Selamat Menaklukkan Gunung Patah !

Gunung Guntur, Pendakian Penuh Adrenalin ke Puncak Pasundan

Gunung Guntur

Kalau mendengar nama Garut, biasanya yang langsung terlintas dalam benak adalah kuliner khasnya, yaitu dodol garut. Namun, ternyata salah satu kabupaten di Jawa Barat ini memiliki pilihan destinasi wisata yang beragam. Mulai dari wisata adat, pantai, hingga gunung dapat kamu telusuri di kawasan ini.

Bagi penantang adrenalin, kamu bisa melakukan pendakian ke Gunung Guntur karena memiliki keistimewaan dibanding gunung lainnya. Memang, gunung ini dikelilingi oleh sejumlah gunung lainnya, seperti  Gunung, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Masigit, dan Gunung Parupuyan. Namun keistimewaan berikut akan membuatmu jadi lebih tertarik untuk segera mendaki Gunung Guntur.

Spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbit

Gunung guntur garut
credit image : inews

Kalau ingin menemukan titik terbaik untuk menikmati momen sunrise di Tanah Pasundan, Gunung Guntur wajib menjadi pilihan. Pendaki biasanya sengaja mengagendakan waktu kunjungan agar tiba di puncak sebelum pagi hari. Sebab, kamu bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit dengan kemilau sinarnya yang menawan. Seiring mentari yang terus meninggi, keindahan gunung ini pun tak berkurang sedikit pun. Jadi bikin bersyukur deh karena masih diberikan kesempatan untuk menikmati mahakarya Tuhan yang begitu memikat.

Miniatur Gunung Semeru

Gunung Guntur
Photo by @___gumilar via Instagram

Gunung ini disebut sebagai miniatur Gunung Semeru karena memiliki kesamaan karakteristik. Soalnya kedua gunung ini memiliki tanjakan berupa pasir, kerikil, dan bebatuan saat mencapai puncaknya. Karakteristik tanah tersebut pun menjadikan medan pendakian Gunung Guntur cukup menantang karena tergolong rentang mengalami longsor saat dipijak. Makanya, pendaki harus sangat hati-hati agar tidak mengalami hal berbahaya. Sebaiknya kamu memakai sepatu gunung, bukan sandal gunung, supaya bisa beradaptasi dengan baik dengan kondisi jalur pendakian.

Area camping yang luas

area camping gunung guntur
credit image : backpacker jakarta

Camping di Gunung Guntur merupakan aktivitas yang tidak pernah dilewatkan oleh pendaki. Apalagi, gunung ini menawarkan area pendirian tenda yang cukup luas. Sayangnya, kamu harus pintar-pintar dalam memasak tenda. Sebabnya, tanah yang berbatu menjadi penghalang untuk menemukan lokasi yang pas. Kalau kehabisan lahan kosong, pendaki pun harus mendirikan tendanya di atas area yang cukup miring.

Memiliki dua kawah

Kaldera di Gunung Guntur merupakan salah satu atraksi yang paling menarik untuk dikunjungi. Hasil letusan dahsyat tersebut menawarkan pemandangan indah selama pendakian. Menariknya, kamu bisa menyaksikan dua kaldera besar dan dalam tersebut. Kawah pertama, yaitu Kaldera Pangkalan berada di sebelah timur. Sebaliknya, kawah kedua, yaitu Kaldera Gandapura berada di sebelah barat gunung. Panorama jejak sejarah vulkanis tersebut pastinya bikin pengalamanmu mendaki di sini jadi lebih berkesan, deh!

Terdapat empat puncak dengan karakter berbeda

Gunung Guntur menyuguhkan empat puncak untuk ditaklukkan dengan karakteristiknya masing-masing. Puncak pertama, Puncak Guntur merupakan puncak dengan padang savana yang kerap dijadikan sebagai lokasi perkemahan. Dari sini, pendaki bisa menyaksikan momen sunrise secara sempurna dengan background panorama Kota Garut, Gunung Cikuray, dan Gunung Papandayan. Selain itu, kawah yang luas juga berada di puncak ini. Untuk pengalaman tak terlupakan lainnya, kamu dapat menemukan babi hutan liar sebagai objek fotografi. Tapi, hati-hati ya, jangan simpan barang di luar tenda kalau tidak mau diganggu oleh hewan tersebut.

Kemudian di puncak kedua, yaitu Puncak Kabuyutan memiliki tugu GPS dari ahli vulkanologi. Pemandangannya pun tak kalah menawan. Kamu bisa melihat aktivitas perkemahan di Puncak Guntur serta kawahnya dari posisi yang lebih tinggi. Tanah di puncak ini pun mengandung belerang sehingga terasa panas. Asap yang dikeluarkan dari dalam tanah bisa dijadikan sebagai medan untuk menghangatkan badan.

Selanjutnya, Puncak 3, yaitu Puncak Parupuyan dan Puncak 4, yaitu Puncak Masigit tidak memiliki tugu tertentu. Namun kedua puncak yang berada di sebelah timur ini memiliki panorama yang tak kalah indahnya, lho.

Padang savana yang memikat

Keistimewaan Gunung Guntur juga terletak pada kawasan padang savana. Spot ini termasuk paling instagramable karena ditumbuhi savana cantik. Tenaga yang terkuras habis selama pendakian pun terasa diisi ulang dengan keindahan ilalang di padang savana ini.

Habitat alami tanaman langka

Keanekaragaman hayati di gunung ini pun terbilang cukup tinggi. Pendaki dapat menjumpai tanaman pinus, cantigi dan beberapa tanaman edelweiss. Bahkan, tanaman langka insektivora, kantong semar (Genus Nephentes) pun bisa disaksikan saat mendaki Gunung Guntur. Untuk satwanya, gunung ini merupakan habitat bagi hewan liar, seperti babi hutan, ular, harimau dan macan kumbang. Jadi,tetap waspada, ya!

Mata air dan air terjun yang segar

Air Terjun gunung guntur
Photo by @ekajalaludinalzaeni via Instagram

Sumber air di Gunung Guntur cukup melimpah hingga di pos 3 atau area perkemahan. Terdapat aliran sungai yang jernih yang dapat dijadikan stok hingga tiba di puncak. Tak hanya itu, pendaki dapat menikmati keeksotisan air terjun Curug Citiis dengan airnya yang sejuk. Kamu bisa mandi ataupun mengambil air sebagai bahan perbekalan menuju puncak gunung, ya!

Menyaksikan keindahan kota Garut dari ketinggian

Jangan salah, ya, keindahan Gunung Guntur tak hanya terpancar saat pagi, siang atau sore hari saja. Pemandangan gunung ini tetap bisa dinikmati kalau malam tiba. Kamu bisa memandang kerlap-kerlip bintang atau menyaksikan galaksi Bima Sakti. Pemandangan Kota Garut dari pancaran lampu juga terlihat jelas dari ketinggian puncak Gunung Guntur.

Baca juga : 10 Hotel Unik di Bandung Paling Instagramable

Pastinya kamu tidak akan rugi deh kalau mendaki Gunung Guntur ini. Siapkan segala hal sebelum mendaki, mulai dari kondisi fisik, mental, dan alat pendakian. Dapatkan pula tiket pesawat murah melalui tripcetera untuk memulai perjalananmu menuju destinasi liburan, ya!

Gunung Raung, Pendakian Penuh Misteri ke Puncak Sejati

Gunung Raung

Gunung Raung menjulang megah di atas daratan tiga kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi dan Jember. Secara administratif, gunung ini termasuk dalam rangkaian pegunungan Ijen. Nah bagi kalangan pendaki, pastinya nama Gunung Raung sudah amat populer.

Popularitas gunung ini tak terlepas dari tingkat kesulitan medan pendakiannya. Sebab, jalur tanjakan telah dihadapi sejak titik awal pendakian. Menuju puncak, jalur ekstrem yang harus dilalui pun berupa tebing dengan jurang di sisi kanan dan kirinya.

Baca Juga : Gunung Merbabu, Panduan dan Kisah Mistis di Jalur Pendakian

Terlepas dari tantangan tersebut, Gunung Raung tetap menjadi destinasi favorit bagi penantang adrenalin. Pesona keindahan dari puncak gunung ini menjadi salah satu magnet pendakian. Namun, sebelum memulai pendakian, sebaiknya kamu harus mengetahui hal-hal berikut terkait Gunung Raung.

8 Misteri Tentang Gunung Raung

1. Makna Filosofis Gunung Raung

Nama Gunung Raung tidak hanya sebatas label saja, lho. Konon hal itu karena kalau kamu sudah tiba di puncak, maka siap-siap untuk “ditampar” oleh angin yang sangat kencang. Suara angin tersebut seolah-olah singa yang sedang meraung-raung. Karena itu, pendaki harus berpijak dengan cukup kuat sehingga tidak sampai membuat tubuh tertiup hingga jatuh ke dalam kawah. Nah, sekarang sudah tahu kan, asal muasal nama Gunung Raung ini?

2. Saingan Gunung Ijen

Gunung raung
Photo by @dudlend bia Instagram

Masih berada dalam kompleks Pegunungan Ijen, Gunung Raung merupakan salah satu pesaing berat yang menjadi destinasi populer. Reputasi gunung ini semakin tersohor karena merupakan gunung dengan puncak tertinggi kedua di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru.

Coba deh bayangkan, kamu berada di atas ketinggian puncak 3.334 meter di atas permukaan laut sambil memandang panorama lansekap tiga kabupaten sekaligus. Pastinya bakal jadi pengalaman yang sulit dilupakan seumur hidup, deh!

3. Puncak Sejati Gunung Raung

Puncak gunung raung
Photo by @zakimarsoha via Instagram

Uniknya lagi, Gunung Raung memiliki empat puncak sekaligus yang menjadi tujuan para pendaki gunung. Keempat puncak tersebut adalah Puncak Bendera, Puncak Tusuk Gigi, Puncak 17, dan Puncak Sejati.

Dimulai dari Puncak Bendera, pendaki dapat rehat sejenak di hamparan lahan datar sambil menikmati pemandangan ketiga puncak lainnya. Tiba di Puncak Tusuk Gigi dan Puncak 17, kamu bisa menyaksikan pemandangan sekitar gunung dari berbagai penjuru. Namun, kamu harus tetap hati-hati karena kondisi tebing yang sempit.

Titik terakhir adalah Puncak Sejati yang merupakan spot terbaik untuk menikmati keindahan kawah dan kaldera Gunung Raung. Jadi, setiap puncak memiliki karakter dan keindahan yang berbeda ya.

4. Kaldera Terbesar di Jawa

Gunung raung, keldera terbesar di jawa
Photo by @dolpinoadventure via Instagram

Kaldera yang berada di sekitar Puncak Sejati ini terbentuk dari letusan dahsyat. Kawah raksasa kering ini berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter. Sehingga, kaldera Gunung Raung merupakan kaldera unik sekaligus terbesar di Pulau Jawa. Kalau untuk level se-Indonesia, kaldera ini merupakan terbesar kedua setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Oh ya, tetap waspada kalau berada di sekitar kaldera karena masih aktif mengeluarkan asap dan api.

5. Spot Mistis dengan Sejarah Kelam

Seperti kebanyakan gunung, Raung juga dikenal memiliki sejumlah tempat angker. Pos-pos pendakiannya saja memiliki unsur horror, seperti pos Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan pos Pondok Angin. Di Pondok Sumur, dipercaya dulunya terdapat sumur yang begitu dalam dan menjadi tempat semedi bagi orang-orang sakti. Sejumlah pendaki pun mengaku kalau kerap mendengar derap langkah kaki kuda saat berkemah di pos ini.

Selanjutnya Pos Pondok Demit disebut-sebut sebagai pasar setan gunung Raung. Disebut pasar karena kepercayaan masyarakat setempat menyebutkan kalau tempat ini merupakan tempat jual-beli makhluk halus. Makanya, beberapa pendaki mengaku pernah mendengar keramaian seperti berada di tengah pasar saat melintasi pos Pondok Demit ini.

Selanjutnya, tidak kalah ngeri adalah Pos Pondok Mayit. Nama tersebut karena pernah ditemukan mayat tergantung di salah satu pohon di sana. Pos terakhir adalah Pondok Angin karena merupakan spot yang memiliki angin kencang. Jadi harus hati-hati supaya tubuhmu tidak ikut didorong oleh angin yang meraung-raung. Seram-seram, ya. hihihi…

6. Siapkan Kondisi Mental dan Fisik

Pendakian gunung raung
Photo by @alifmahroji via Instagram

Mental yang kuat dan matang bisa menjadi modal awal supaya bisa sukses melakukan pendakian hingga ke Puncak Sejati. Untuk persiapan fisik, juga bukan hal sepele. Soalnya kamu membutuhkan waktu lebih dari dua hari untuk menempuh jalur panjang menuju puncak dan turun gunung. Sejumlah pendaki bahkan memanfaatkan empat hari supaya bisa menghemat tenaga sebelum pulang. Jadi, pastikan fisik dan mentalmu sudah benar-benar siap.

7. Pastikan Kelengkapan Alat Pendakian

pendakian gunung raung
Photo by @_ayaksani via Instagram

Untuk mendaki Gunung Raung, kamu tidak hanya butuh alat camping saja, lho. Soalnya kamu juga butuh peralatan panjat dan sejenisnya karena jalurnya cukup ekstrim. Buat pendaki pemula, sebaiknya kamu menggunakan jasa guide atau bersama leader yang sudah berpengalaman, ya.

8. Urus Perizinan Mendaki

Kalau kondisimu sudah prima dan alat telah tersedia, saatnya untuk mengurus perizinan. Prosedurnya sangat mudah, kamu cukup meminta izin di basecamp Bu Suto, Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kalibaru, Banyuwangi. Kawasan tersebut merupakan perkampungan terakhir yang berada di kawasan kaki Gunung Raung via Kalibaru.

Tertantang untuk mendaki Gunung Raung? Pastikan dapat penginapan terdekat sebelum memulai pendakian via tripcetera, ya!